Kategori fasih dalam bacaan imam sholat yang bagaimana?
عربي | English | Türkçe | Indonesia | فارسی | اردو
304 Dilihat
0 Suara
Pernah denger ketika dalam pengajian bahwasanya menerangkan imam sholat harus fasih dalam bacaannya
Jadi kategori fasih tersebut apakah sama halnya ketika kita wajib membaca alqur.an dengan tartil(hukum tajwidnya)?
Terimakasih...
oleh
690 Poin

1 jawaban

0 Suara
 
Jawaban terbaik
Salah satu syarat orang yang bisa diikuti sebagai Imam dalam shalat berjamaah adalah kemampuan untuk membaca surat Al Fatihah dengan benar dalam pelafalan/pengucapan semua hurufnya sesuai makharij yang dijelaskan dalam ilmu tajwid.

Adapun tartil dalam membaca Al Qur’an adalah berkaitan dengan kecepatan membaca yang memiliki tiga tingkatan yaitu Tahqiq/Tartil, Mudawwar dan Khadr.

Dan hukum membaca Al Fatihah dengan tartil dalam shalat adalah sunnah agar memudahkan seseorang untuk merenungi dan mentadabburi bacaannya, dan tidak menjadi syarat keabsahan seseorang bisa dijadikan sebagai imam dalam shalat berjamaah.

Para ulama juga menjelaskan bahwa diperbolehkan menjadikan orang yang tidak bisa membaca surat Al Fatihah dengan benar dalam pelafalan/pengucapannya apabila makmumnya memiliki kelemahan yang sama persis dengan orang tersebut dan di lafadz yang sama, seperti orang yang tidak mampu mengucapkan huruf راء dari lafadz الرحمن  dengan baik sesuai makhrajnya yang diperbolehkan bermakmum kepada orang yang memiliki kelemahan yang sama yaitu tidak bisa mengucapkan راء dari lafadz الرحمن.

Dan apabila kelemahannya berbeda maka tidak diperbolehkan menjadikannya sebagai imam, seperti orang yang tidak bisa mengucapkan راء dan bermakmum kepada orang yang tidak bisa mengucapkan صاد meskipun dia mampu mengucapkan راء dengan benar, maka tidak diperbolehkan menjadikannya sebagai imam.

Begitu juga mereka yang memiliki kelemahan yang sama tetapi dalam dua lafadz yang berbeda, maka tidak diperbolehkan untuk berjamaah satu sama lain, seperti orang yang tidak mampu mengucapkan huruf راء dari lafadz الرحمن  saja dengan baik sesuai makhrajnya yang tidak diperbolehkan bermakmum kepada orang yang memiliki kelemahan yang sama yaitu tidak bisa mengucapkan راء tetapi dalam lafadz yang lain seperti الرحيم  saja.

Referensi Kanz Al Roghibin, Nihayah Al Zain.

(ولا) قدوة (قارئ بأمي في الجديد) لأن الإمام بصدد تحمل القراءة عن المأموم المسبوق، فإذا لم يحسنها لم يصح للتحمل، والقديم يصح اقتداؤه به في السرية لقراءة المأموم فيها بخلاف الجهرية، فيتحمل الإمام عنه في القديم، وفي ثالث مخرج يصح اقتداؤه به في السرية والجهرية بناء على لزوم القراءة للمأموم فيهما في الجديد.
قال في الروضة: هذه الأقوال جارية سواء علم المأموم كون الإمام أميا أم لا، وقيل هي إذا لم يعلم كونه أميا، فإن علم لم يصح قطعا. (وهو من يخل بحرف أو تشديدة من الفاتحة) بأن لا يحسنه (ومنه أرت) بالمثناة (يدغم في غير موضعه) أي الإدغام (وألثغ) بالمثلثة (يبدل حرفا بحرف) أي يأتي بغيره بدله كأن يأتي بالمثلثة بدل السين، أو بالغين بدل الراء، فيقول: المثتقيم غيغ المغضوب.

(وتصح) قدوة أمي (بمثله) فيما يخل به كأرت بأرث وألثغ بألثغ في الكلمة بخلافهما في كلمتين، وبخلاف الأرت بالألثغ وعكسه، فلا تصح لأن كلا منهما فيما ذكر يحسن ما لا يحسن الآخر، ومن هذا التعليل أخذ التقييد بالكلمة فيما سبق.

كنز الراغبين
..................

وَسن ترتيل الْقِرَاءَة وَهُوَ التأني فِي إِخْرَاج الْحُرُوف حَيْثُ أحرم بِالصَّلَاةِ فِي وَقت يَسعهَا كَامِلَة وَإِلَّا وَجب الْإِسْرَاع لِأَنَّهُ يقْتَصر على أخف مَا يُمكن فإفراط الْإِسْرَاع مَكْرُوه وحرف الترتيل أفضل من حرفي غَيره أَي فَنصف السُّورَة مثلا مَعَ الترتيل أفضل من تَمامهَا بِدُونِهِ وَهَذَا فِي غير مَا طلب بِخُصُوصِهِ كَقِرَاءَة الْكَهْف يَوْم الْجُمُعَة فَإِن إِتْمَامهَا مَعَ الْإِسْرَاع لتحصيله سنية قرَاءَتهَا أفضل من قِرَاءَة بَعْضهَا مَعَ التأني فِي الْقِرَاءَة

نهاية الزين
..............
dipilih oleh
oleh
3.9rb Poin
[misc/was_useful]
[misc/was_useful_tell]

Pertanyaan serupa

0 Suara
1 Jawaban 483 Dilihat
0 Suara
1 Jawaban 219 Dilihat
1 Suara
1 Jawaban 170 Dilihat
Luken Ditanyakan 16 Jan 2023
170 Dilihat
Luken Ditanyakan 16 Jan 2023
oleh Luken
130 Poin
0 Suara
1 Jawaban 4 Dilihat
0 Suara
1 Jawaban 402 Dilihat