Bila mandi besar dengan cara dicicil maka ketika ingin menyempurnakan mandinya TIDAK PERLU ada qosdu
(tujuan) untuk meneruskannya, karena muwaalah dalam mandi wajib hukumnya
sunnah
ولو نوى رفع الجنابة وغسل بعض البدن ثم نام فاستيقظ وأراد غسل الباقي لم يحتج إلى إعادة
النية (قوله لم يحتج إلى إعادة النية) أي لعدم اشتراط الموالاة فيه بل هي سنة فقط
كما صرح به في المنهاج في باب التيمم
Artinya : Bila seseorang
niat mandi JANABAT dan membasuh sebagian anggota tubuhnya kemudian tidur dan
setelah ia bangun ingin membasuh sisa-sisa anggota tubuhnya yang lain maka tidak
dibutuhkan pengulangan niat. (keterangan maka tidak dibutuhkan pengulangan niat)
karena tidak adanya sarat muwaalah (terus-menurus) dalam mandi wajib.Hukum
muwaalah dalam mandi wajib hanyalah sunnah. [I'anah at-Thoolibiin 1/75].
Wallohu a'lam. [Hakam
Ahmed ElChudrie].
---
Tanggal Publikasi: 2011-11-06
Link Asal:
https://www.piss-ktb.com/2011/11/624-thoharah-mengulangi-niat-saat-mandi.html