Hukum Memotong Rambut Dalam Keadaan Junub/Hadats Besar
عربي | English | Türkçe | Indonesia | فارسی | اردو
diedit oleh
298 Dilihat
0 Suara
0 Suara
Pernah denger dari kyai/ustadz desa yang menerangkan bahwa ketika wanita masih memiliki hadast besar ketika rambut rontok sebaiknya dikumpulkan dan ketika akan bersuci atau mandi wajib maka rambut rontok tadi ikut di sucikan dengan alasan berhati hati ketika nanti tidak dikumpulkan atau tidak disucikan di akhirat si rambut rontok tadi akan memintai pertanggung jawaban.

Ketikan lihat penceramah di medsos banyak yang menerangkan sebaliknya bahwa wanita tidak perlu mengumpulkan rambutnya ketika rontok dan tidak perlu disucikan dengan alasan tidak ada ajaran didalam kitab(ulama)

Jadi sebagai orang awam yang mana yang harus kita ikuti ?
Dan mohon dijelaskan yang sebenarnya agar kami tidak menjadi bingung terimakasih
diedit oleh
oleh
690 Poin

1 jawaban

–1 Suara
–1 Suara
 
Jawaban terbaik
Ulama Fiqih sudah menjelaskan di dalam berbagai kitab Fiqih tentang hal-hal yang berkaitan dengan orang yang dalam keadaan Junub/hadats besar termasuk hukum memotong kuku, rambut atau bagian tubuh yang lain.

Mereka menjelaskan bahwa orang yang sedang dalam keadaan junub/hadats besar disunnahkan untuk tidak memotong kuku, rambut atau bagian tubuh yang lain sebelum dia mandi besar karena kelak di Akhirat bagian-bagian tubuh tersebut akan dibangkitkan dalam keadaan junub pula dan menuntut orang yang bersangkutan karena memotongnya sebelum mensucikannya dari hadats besar.

Di dalam Hasyiyahnya Imam Tarmasi juga menjelaskan bahwa rambut dan bagian tubuh lain yang terpotong dari orang yang Junub sebelum mandi besar akan tetap dalam status junub meskipun dibasuh dengan air sekalipun.

Dan apabila ada rambut yang rontok maka disunnahkan untuk dikubur di dalam tanah, dan dalam beberapa situasi hukum menguburnya bisa wajib seperti rambut perempuan yang dikhawatirkan akan dilihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya apabila tidak dikubur.

Referensi: Syarh Al Muqoddimah Al Hadhromiyyah, Hasyiyah Al Tarmasi.

وندب لنحو جنب: أن لا يزيل شيئا من بدنه إلا بعد الغسل؛ لأن الأجزاء تعود إليه في الآخرة، فيعود جنباً؛ تبكيتاً له، ثم تزول عنه ما عدا الأجزاء الأصلية، ويقال: إن كل شعرة تطالب بجنابتها.

شرح المقدمة الحضرمية
................................

ويسن دفن ما خرج من أجزاء الحي، وقد يجب، كأن كان من امرأة وخشي نظر أجنبي إليه

شرح المقدمة الحضرمية
................................

وظاهره أن الأجزاء المنفصلة قبل الاغتسال لا ترتفع جنابتها بغسلها

حاشية الترمسي
.......................
diedit oleh
oleh
3.9rb Poin
[misc/was_useful]
[misc/was_useful_tell]

Pertanyaan serupa

0 Suara
0 Suara
0 Jawaban 31 Dilihat
Joko Ditanyakan 8 Apr 2023
31 Dilihat
Joko Ditanyakan 8 Apr 2023
oleh Joko
690 Poin
0 Suara
0 Suara
0 Jawaban 38 Dilihat
Joko Ditanyakan 31 Mei 2023
38 Dilihat
Joko Ditanyakan 31 Mei 2023
oleh Joko
690 Poin
0 Suara
0 Suara
1 Jawaban 135 Dilihat
piss-ktb.com Ditanyakan 23 Jan 2023
135 Dilihat
piss-ktb.com Ditanyakan 23 Jan 2023
oleh piss-ktb.com
197rb Poin
0 Suara
0 Suara
1 Jawaban 69 Dilihat
Joko Ditanyakan 19 Jan 2023
69 Dilihat
Joko Ditanyakan 19 Jan 2023
oleh Joko
690 Poin
0 Suara
0 Suara
0 Jawaban 30 Dilihat
Joko Ditanyakan 10 Apr 2023
30 Dilihat
Joko Ditanyakan 10 Apr 2023
oleh Joko
690 Poin